entahlah, kalau dibilang gak punya waktu, sebenernya ada juga sih waktu luang untuk bisa mneghasilkan tulisan. tapi sekalinya punya waktu, rasanya aku mau melakukan hal-hal yang gak perlu bikin aku mikir, huehehe. karena di kerjaan udah mikir terus, aku merasa kalau otakku sudah mulai jompo, jadi harus di treatment biar kembali remaja lagi hehehe. caranya ya itu, kalau istirahat paling nonton youtube, film, paling bener ya baca buku tapi ga ditulis ulasannya. beda kalo dulu masih ada kemauan nulis poin-poin penting dari buku yang dibaca, sekarang cuma dibaca aja sambil berdoa supaya bisa diinget terus hikmahnya hahaha #sebuahkemunduran.
Soooo, how was this year?
Aku mencoba menyimpulkan tahun ini dengan sebuah kata yang bisa mewakili mostly part of the year: STRUGGLING YEAR
begitu baanyak kejadian yang bisa dikategorikan sebagai cobaan dan ujian yang memicu tumpahnya air mata, tapi sekaligus sebagai penempa diri ini menjadi sosok yang lebih kuat. aku belajar banyak dari ketidakpuasan, penolakan, kehilangan, dan hal-hal sendu lainnya. Tahun ini memberikanku masa di mana aku berada di titik terbawah dalam hidupku, namun ketika aku menengok kembali ke masa itu, aku menjadi lebih mengenal diriku sendiri #ceileeh. Ketika kamu jatuh, kamu bisa tahu seberapa tangguhnya dirimu. begitulah kira-kira. dan aku sekarang tahu kalau aku begitu tangguh.. wkwkwk .. luph luph myself deh pokoknya. I would like to give myself a standing applause :)
Oh ya, tahun ini juga menjadi sebuah turning point buatku, karena aku banyak berkontemplasi dan merenungi (ya kan emang kontemplasi itu artinya merenungi) hal-hal yang sebenernya aku mau dan aku gak mau. batasan-batasan apa aja yang boleh aku peduliin, karena selama ini aku terlalu banyak peduli sama banyak hal. harus bisa measure your ability dan bisa ngomong "cukup" atau "tidak" pada hal-hal yang membebani.. kesimpulannya sih, aku mau mulai nerapin minimalist lifestyle. dan aku mau mulai nerapin ke mindset aku dulu. mulai membuang hal-hal gak penting yang ada di pikiran. membuang sampah-sampah yang menumpuk di hati dan tubuh. hidup lebih sederhana tapi berarti.. untuk lifestyle yang lebih ke kelihatan dari luar, sementara belum diterapin, karena gaya hidup ini sangat sulit untuk diubah, gak papa perlahan yang penting berproses.
Salah satu langkah lainnya yang aku terapin adalah aku berhenti main instagram, facebook dan twitter. untuk IG, akunnya aku deactivated jadi gak bisa kubuka sama sekali. sementara fb dan twitter, akunnya masih aktif tapi hampir sama sekali gak pernah aku buka kecuali ada hal penting yang cuma bisa dicari tau lewat dua socmed itu. keputusan ini muncul karena aku cukup terganggu dengan ramainya netijen yang memperlihatkan kehidupannya, dan aku mulai membanding-bandingkan. padahal aku juga tau sih kalo yang mereka posting pasti cuma bagian happy-happy nya aja. yah, daripada aku ngabisin waktu buat liatin idup orang, atau malah mempublikasi hidup sendiri, mending waktunya buat yang lain aja~ eh tapi aku masih suka bikin WA story sih, hahaha, ini juga mau mulai aku kurangin deh. kalo bisa sih keep my live just for myself aja, dan gak semua hal harus diketahuin orang kan ;)
Semoga tahun depan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, dan bisa lebih sering nulis di dini lagi. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar