Pages

Just Sharing: How to get out of stuck zone

2 Maret 2017
Jenuh. Setiap kali aku membuka laptop, membuka file skripsiku, aku hanya mampu menjaga konsentrasiku tidak lebih dari 30 menit. Setelah itu? Aku mulai menguap, melayangkan pikiran kemana-mana, hilang semangat, dan ngantuk berat. Aku tidak bisa memberi tips bagaimana cara membebaskan diri dari stuck-ness seperti ini. karena saat ini pun, aku masih terperangkap di dalamnya. Tipe orang yang cepat jenuh sepertiku memang tidak bisa berlama-lama fokus pada satu hal, apalagi yang dikerjakan sambil duduk dalam waktu lama. Nampaknya jam biologis otakku akan mengeluarkan sinyal untuk tidur jika aku tidak banyak bergerak.


Waktu akan terus melaju, tanpa pernah menunggu


Aku suka bekerja dalam ketenangan, sehingga sebisa mungkin aku tidak berada di dekat teman-temanku ketika aku ingin produktif menyelesaikan sesuatu. Namun ketika suasana terlalu tenang, seperti yang tadi kubilang, aku akan dengan mudahnya mengantuk. Oh my God, why? T_T it such a blessing yet a curse somehow.

Mengalami keadaan seperti ini, tentu saja aku tak lantas diam. Aku bertekad untuk bisa mengatasi hal ini supaya tidak jadi kebiasaan buruk. Akhirnya kucoba mengidentifikasi masalahku, mencari akar permasalahannya, dan mencari jalan keluarnya. Kadang beberapa hal ini efektif untukku, namun aku tidak menjamin bahwa ini bisa berhasil juga untuk orang lain karena style dan selera orang berbeda-beda. Hanya mencoba berbagi kebiasaan kecil untuk menghilangkan ke-cepet-bosen-gampang-ngantuk-an bagi orang-orang sepertiku.

1. Matikan handphone, atau seenggaknya non-aktifkan internet
Salah satu penyebab utama hilangnya fokus adalah terbaginya fokus itu ke hal-hal lain. Aku sempat seperti orang kecanduan ponsel, atau lebih tepatnya kecanduan internet. Tak ada habisnya men-scrolling media sosial atau sekadar berselancar mencari-cari info. Ketika mengerjakan tugas pun, mataku terbagi antara laptop (kerjaan) dan ponsel (mainan). Kalo dikalkulasi, mungkin 2/3 waktu justru teralihkan buat menatap ponsel dibanding menyelesaikan kerjaan yang seharusnya. So, aku mulai biasain untuk mematikan ponsel ketika ada deadline atau mau fokus ke suatu kerjaan. Ini bisa menjaga pikiranku dengan cukup sukses. Pada awalnya, aku dengan reflek masih suka meraih ponsel karena udah jadi kebiasaan. Namun ketika kudapati ponselku mati, maka aku akan langsung inget lagi ke tujuan awalku untuk menyelesaikan pekerjaan di depan mataku. Pastikan tanganmu jangan gatel untuk nyalain ponsel atau internetnya. Kalo kayak gitu, sama aja kayak lagi puasa tapi buka di tengah-tengah hari.

2. Cari lingkungan yang mendukung
Ini penting buat tipe-tipe orang cepet bosen tapi gak mau keliatan gabut, like me. Gak mungkin aku bisa tidur atau leha-leha kalau di sekelilingku adalah orang yang terlihat produktif dengan kerjaan mereka masing-masing. Itulah kenapa aku memilih perpustakaan sebagai tempat andalanku. Tempatku bergantung untuk menyelesaikan beragam tugas sejak dari jaman awal masuk kuliah. pemilihan tempat dudukpun penting, kalau di perpus UI, bagian yang tenang adalah bagian ruang baca yang berada di dalam area lift. Dari hasil pengamatanku sih, jarang sekali ada orang yang tidur atau membuka hal-hal gak penting di area ini. mayoritas penghuninya adalah orang-orang yang membaca, menulis, mengetik, dan mereka bener-bener fokus. Meskipun kadang ada yang bawa temen dan ngobrol, tapi seenggaknya gak seberisik di bagian meja diskusi. Aku yang tadinya mulai bosen, akan terpacu kembali ketika melihat orang di sebelahku masih terus bekerja.

3. Setel musik, lebih bagus lagi kalo instrumen
Jangan sampai suasana terlalu sunyi, suara tetep perlu untuk menjaga kita tidak tidur. Sediakan lagu yang berirama semangat atau sesuaikan aja dengan selera musik pribadi. Tapi aku lebih prefer instrumen bernada semangat karena dapat menaikkan mood yang kadang turun. Kenapa instrumen? Kalau ada liriknya, kadang aku suka ikut nyanyi atau meresapi liriknya sehingga justru bikin fokus bercabang. So kalau mau cari aman, putarlah instrumen seperti koleksi akustiknya Depapepe atau Sung Ha Jung wkwk. Jaga volume sewajarnya, jangan terlalu keras dan mendominasi ruangan. Jika berada di ruang publik, gunakan headset dengan volume rendah. Tapi aku gak kuat berlama-lama dengan headset ini, karena kepalaku akan menjadi pusing. Hmm kenapa ya?

4. Pasang target
Sebelum memulai, pasang target pada diri sendiri. Jam berapa kamu harus sudah menyelesaikan apa. Kalo perlu, tulis pada sticky notes dan tempel di dekat tempat dudukmu.

5. Rehatkan mata
Setiap 15 menit sekali, rehatkanlah matamu. Bisa dengan cara dipenjamkan beberapa detik (tapi jangan tidur), melihat yang hijau-hijau, atau tataplah sesuatu yang jaraknya cukup jauh dari posisimu. Anggaplah sebagai relaksasi bagi lensa mata. Tak terelakkan memang, berada terlalu lama di depan komputer dapat membuat mata dan leher lelah. Maka, selain merehatkan mata kamu juga bisa melakukan sedikit exercise pada sendi-sendimu. Misalnya dengan ngulet, tau kan ngulet? Memutar pinggangmu ke samping dengan tangan direntangkan ke atas. Atau bisa juga kamu pergi ke toilet sekedar untuk berjalan dan membasuh muka.

6. Sedia snack di dekatmu
Ini wajib banget buatku. Tapi, ketika aku mulai sadar kalo itu kurang bagus juga untuk kesehatan (apalagi saat begadang), aku mulai menggantinya dengan air putih atau kopi. Seenggaknya, otakku yang tadinya lelah dan mulai beranjak ke alam tidur akan bangun kembali dan bisa fokus lagi. Tapi ingat, kalau udah terlalu lama kerja dan emang belum tidur, jangan dipaksain. Otak juga butuh istirahat, kalau dipaksa terus malah bisa membahayakan sel otakmu. Hasil dari sebuah studi mengatakan kalau kekurangan tidur dapat meningkatkan risiko kematian lebih dari kasus kekurangan makanan.

7. Lakukan hobby yang produktif
Ketika mencapai titik jenuh maksimal, lakukanlah apa yang bisa bikin kamu senang. Lebih bagusnya lagi kalau kegiatan itu sekaligus menambah skill pada dirimu. Contohnya, pada saat menulis ini sebenernya aku sedang mengerjakan skripsi. Karena aku merasa jenuh dan terancam molor, maka kulakukan hal yang kusenangi yaitu menulis. Sebenernya kalau di rumah, aku lebih sering nonton film yang ada di laptop. Itu produktif loh, karena sekalian belajar pronounciation dan listening bahasa asing. Berhubung aku lagi di perpus kampus dan suasananya gak mendukung buat nonton, jadilah aku menulis aja.



Seperti yang tadi kubilang, metode-metode ini kadang mempan kadang nggak. Jadi intinya sih motivasi dari dalam diri untuk berubah. Aku pun masih terus belajar untuk manajemen waktu yang efektif, karena kusadar kalau ketidakfokusanku selama ini menyebabkan banyak waktu yang terbuang sia-sia. Banyak pekerjaan yang gak berjalan dengan efektif karena niatnya setengah-setengah. Allah dengan adil memberi waktu 24 jam setiap hari kepada seluruh manusia, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Semoga aku dan kalian yang punya masalah serupa dapat mengatasi masalah ini ya. Jangan pernah menyerah! uyeeeey

Tidak ada komentar:

Posting Komentar