Jenuh. Setiap kali aku membuka laptop,
membuka file skripsiku, aku hanya mampu menjaga konsentrasiku tidak lebih dari 30
menit. Setelah itu? Aku mulai menguap, melayangkan pikiran kemana-mana, hilang
semangat, dan ngantuk berat. Aku tidak bisa memberi tips bagaimana cara
membebaskan diri dari stuck-ness seperti ini. karena saat ini pun, aku masih
terperangkap di dalamnya. Tipe orang yang cepat jenuh sepertiku memang tidak
bisa berlama-lama fokus pada satu hal, apalagi yang dikerjakan sambil duduk
dalam waktu lama. Nampaknya jam biologis otakku akan mengeluarkan sinyal untuk
tidur jika aku tidak banyak bergerak.
![]() |
| Waktu akan terus melaju, tanpa pernah menunggu |
Aku suka bekerja dalam ketenangan, sehingga
sebisa mungkin aku tidak berada di dekat teman-temanku ketika aku ingin
produktif menyelesaikan sesuatu. Namun ketika suasana terlalu tenang, seperti
yang tadi kubilang, aku akan dengan mudahnya mengantuk. Oh my God, why? T_T it
such a blessing yet a curse somehow.
Mengalami keadaan seperti ini, tentu saja
aku tak lantas diam. Aku bertekad untuk bisa mengatasi hal ini supaya tidak
jadi kebiasaan buruk. Akhirnya kucoba mengidentifikasi masalahku, mencari akar
permasalahannya, dan mencari jalan keluarnya. Kadang beberapa hal ini efektif
untukku, namun aku tidak menjamin bahwa ini bisa berhasil juga untuk orang lain
karena style dan selera orang berbeda-beda. Hanya mencoba berbagi kebiasaan
kecil untuk menghilangkan ke-cepet-bosen-gampang-ngantuk-an bagi orang-orang
sepertiku.
1. Matikan handphone, atau seenggaknya non-aktifkan internet
Salah satu penyebab utama
hilangnya fokus adalah terbaginya fokus itu ke hal-hal lain. Aku sempat seperti
orang kecanduan ponsel, atau lebih tepatnya kecanduan internet. Tak ada
habisnya men-scrolling media sosial atau sekadar berselancar mencari-cari info.
Ketika mengerjakan tugas pun, mataku terbagi antara laptop (kerjaan) dan ponsel
(mainan). Kalo dikalkulasi, mungkin 2/3 waktu justru teralihkan buat menatap
ponsel dibanding menyelesaikan kerjaan yang seharusnya. So, aku mulai biasain
untuk mematikan ponsel ketika ada deadline atau mau fokus ke suatu kerjaan. Ini
bisa menjaga pikiranku dengan cukup sukses. Pada awalnya, aku dengan reflek masih
suka meraih ponsel karena udah jadi kebiasaan. Namun ketika kudapati ponselku
mati, maka aku akan langsung inget lagi ke tujuan awalku untuk menyelesaikan
pekerjaan di depan mataku. Pastikan tanganmu jangan gatel untuk nyalain ponsel
atau internetnya. Kalo kayak gitu, sama aja kayak lagi puasa tapi buka di
tengah-tengah hari.
2. Cari lingkungan yang mendukung
Ini penting buat tipe-tipe
orang cepet bosen tapi gak mau keliatan gabut, like me. Gak mungkin aku bisa
tidur atau leha-leha kalau di sekelilingku adalah orang yang terlihat produktif
dengan kerjaan mereka masing-masing. Itulah kenapa aku memilih perpustakaan
sebagai tempat andalanku. Tempatku bergantung untuk menyelesaikan beragam tugas
sejak dari jaman awal masuk kuliah. pemilihan tempat dudukpun penting, kalau di
perpus UI, bagian yang tenang adalah bagian ruang baca yang berada di dalam
area lift. Dari hasil pengamatanku sih, jarang sekali ada orang yang tidur atau
membuka hal-hal gak penting di area ini. mayoritas penghuninya adalah
orang-orang yang membaca, menulis, mengetik, dan mereka bener-bener fokus. Meskipun
kadang ada yang bawa temen dan ngobrol, tapi seenggaknya gak seberisik di
bagian meja diskusi. Aku yang tadinya mulai bosen, akan terpacu kembali ketika
melihat orang di sebelahku masih terus bekerja.
3. Setel musik, lebih bagus lagi kalo instrumen
Jangan sampai suasana
terlalu sunyi, suara tetep perlu untuk menjaga kita tidak tidur. Sediakan lagu
yang berirama semangat atau sesuaikan aja dengan selera musik pribadi. Tapi aku
lebih prefer instrumen bernada semangat karena dapat menaikkan mood yang kadang
turun. Kenapa instrumen? Kalau ada liriknya, kadang aku suka ikut nyanyi atau
meresapi liriknya sehingga justru bikin fokus bercabang. So kalau mau cari aman,
putarlah instrumen seperti koleksi akustiknya Depapepe atau Sung Ha Jung wkwk. Jaga
volume sewajarnya, jangan terlalu keras dan mendominasi ruangan. Jika berada di
ruang publik, gunakan headset dengan volume rendah. Tapi aku gak kuat
berlama-lama dengan headset ini, karena kepalaku akan menjadi pusing. Hmm kenapa
ya?
4. Pasang target
Sebelum memulai, pasang
target pada diri sendiri. Jam berapa kamu harus sudah menyelesaikan apa. Kalo perlu,
tulis pada sticky notes dan tempel di dekat tempat dudukmu.
5. Rehatkan mata
Setiap 15 menit sekali,
rehatkanlah matamu. Bisa dengan cara dipenjamkan beberapa detik (tapi jangan
tidur), melihat yang hijau-hijau, atau tataplah sesuatu yang jaraknya cukup
jauh dari posisimu. Anggaplah sebagai relaksasi bagi lensa mata. Tak terelakkan
memang, berada terlalu lama di depan komputer dapat membuat mata dan leher
lelah. Maka, selain merehatkan mata kamu juga bisa melakukan sedikit exercise
pada sendi-sendimu. Misalnya dengan ngulet, tau kan ngulet? Memutar pinggangmu
ke samping dengan tangan direntangkan ke atas. Atau bisa juga kamu pergi ke
toilet sekedar untuk berjalan dan membasuh muka.
6. Sedia snack di dekatmu
Ini wajib banget buatku. Tapi,
ketika aku mulai sadar kalo itu kurang bagus juga untuk kesehatan (apalagi saat
begadang), aku mulai menggantinya dengan air putih atau kopi. Seenggaknya,
otakku yang tadinya lelah dan mulai beranjak ke alam tidur akan bangun kembali
dan bisa fokus lagi. Tapi ingat, kalau udah terlalu lama kerja dan emang belum
tidur, jangan dipaksain. Otak juga butuh istirahat, kalau dipaksa terus malah
bisa membahayakan sel otakmu. Hasil dari sebuah studi mengatakan kalau kekurangan
tidur dapat meningkatkan risiko kematian lebih dari kasus kekurangan makanan.
7. Lakukan hobby yang produktif
Ketika mencapai titik
jenuh maksimal, lakukanlah apa yang bisa bikin kamu senang. Lebih bagusnya lagi
kalau kegiatan itu sekaligus menambah skill pada dirimu. Contohnya, pada saat
menulis ini sebenernya aku sedang mengerjakan skripsi. Karena aku merasa jenuh
dan terancam molor, maka kulakukan hal yang kusenangi yaitu menulis. Sebenernya
kalau di rumah, aku lebih sering nonton film yang ada di laptop. Itu produktif
loh, karena sekalian belajar pronounciation dan listening bahasa asing. Berhubung
aku lagi di perpus kampus dan suasananya gak mendukung buat nonton, jadilah aku
menulis aja.
Seperti yang tadi kubilang,
metode-metode ini kadang mempan kadang nggak. Jadi intinya sih motivasi dari
dalam diri untuk berubah. Aku pun masih terus belajar untuk manajemen waktu
yang efektif, karena kusadar kalau ketidakfokusanku selama ini menyebabkan
banyak waktu yang terbuang sia-sia. Banyak pekerjaan yang gak berjalan dengan
efektif karena niatnya setengah-setengah. Allah dengan adil memberi waktu 24
jam setiap hari kepada seluruh manusia, tinggal bagaimana kita mengelolanya. Semoga
aku dan kalian yang punya masalah serupa dapat mengatasi masalah ini ya. Jangan
pernah menyerah! uyeeeey

Tidak ada komentar:
Posting Komentar